The Last Tear [Part 4]

Title: The Last Tear [Part 3]
Author: talentchrist
Poster: ShinStarKey (@nanonadiaaa)

Main Cast:
Choi Sooyoung “SNSD”, Cho Kyuhyun “Super Junior”,
Hwang Tiffany “SNSD”, Lee Jieun (IU)

Other Cast:
Choi Seunghyun “Big Bang”, Choi Siwon “Super Junior”,
Jang Wooyoung “2PM”, others.

Genre: Horror, Romance
Rating: PG+15, Teens, AU

Disclaimer: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, and the other casts are
belong to theirself and God. Story and idea are belong to mine.
Don’t bashing or plagiat! Don’t be the siders please!
Sugen hater or siders go away!
Knights and good reader welcome :)

THANK YOU. KAMSAHAMNIDA. ARIGATOU GOZAIMASU. TERIMA KASIH.

***


 

Halooo para penggemar “The Last Tear”ku yang aku hormati^^
Aku benar-benar berterima kasih karena semuanya sudah mau nungguin
fanfiction aku yang benar-benar jelek ini. Mianhae karena sudah
mengecewakan kalian karena membuat kalian menunggu lama,
dibayar dengan hasil fanfiction aku yang kurang memuaskan :(

Seperti biasa, aku mau ngadain pembukaan dulu. kkk~
Aku masih bingung nih sama para SIDERS, kenapa ya, banyak
banget SIDERS yang memancing saya sebagai korban?

Contohnya, kemarin ada sekitar 225 viewers yang
nge-view tulisanku ini. Tapi, nyatanya? yang ngekomen hanyalah
setengah dari orang yang ngeview. saya kecewa sekali.

Oleh karena itu, saya mau mengumumkan bahwa, kalau
jumlah SIDERS masih tetap dari biasanya, saya berjanji bahwa
SAYA TIDAK AKAN MAU MELANJUTKAN FANFICTION ini!
Atau, saya akan keluar sebagai author di KYSI :)
Sekian dan terimakasih^^

Oleh karena itu, jangan lupa untuk RCL please!
Untuk para SIDERS, aku sudah berjanji bahwa aku
tidak akan mau ngelanjutkan kalau kalian masih menetap
sebagai SIDERS. oke? :)

Ohya, di part ini, aku pusatkan pada Romancenya. jadi
kalau adegan Thriller nya kurang, mohon dimaklumi ya :)
Karena memang ff ini bukan bergenre Horor aja, tapi genre Romance juga.

Kita langsung saja, yaa~
Mianhae kalau kependekan.
Mianhae juga kalau ceritanya jelek dan kurang sreg sama pembaca.
Aku sudah berusaha melakukan yang lebih baik^^
Thankyou ~

Check this out!

***

It’s Hurt

Seunghyun POV

Aku melangkah keluar dari kamarku dengan langkah perlahan. Aku berpikir, apakah Sooyoung sudah pulang? Seperti biasa, ia pasti akan pulang telat. Tapi satu hal yang tidak biasa untukku, mengkhawatirkannya. Biar bagaimanapun, dia adalah adikku. Dan aku sangat menyayanginya.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi Sooyoung tidak pulang juga. Untuk menghilangkan kekhawatiranku, aku berjalan kearah dapur dan meneguk segelas air putih.

Saat aku menuangkan air putih kedalam gelasku, aku mendengar suara bel rumahku berbunyi. Siapa yang datang? Apa itu Sooyoung? Tapi sejauh ini, Sooyoung tidak akan pernah mau menekan tombol bel.

Aku melangkah kearah pintu gerbang rumahku, dan membukanya perlahan. Kulihat seorang namja lumayan tampan yang tingginya nyaris sama denganku. Ia memakai seragam sekolah yang sama denganku, dan ia menggendong yeodongsaeng-ku di punggungnya.

Aku terbelalak kaget. Langsung saja aku menanyakan apa yang terjadi pada namja yang kupastikan adalah hoobae-ku itu.

“Apa yang terjadi?” tanyaku khawatir. Kulihat wajah namja itu yang terlihat kelelahan dan berkeringat. “Dia pingsan di sekolah, dan aku membawanya kesini,” jawab namja itu. Aku lirik name tag-nya. Cho Kyuhyun? Kurasa aku pernah mendengar namanya.

Aku menyingkir, mempersilahkan namja itu untuk masuk. Sebelumnya, aku memperhatikan baik-baik namja itu. Apakah dia namja baik-baik? Kenapa adikku selalu pulang malam, apa karena bersamanya?

Aku menyuruh namja bernama Cho Kyuhyun itu untuk menidurkan adikku di sofa, karena aku pikir lebih baik aku saja yang mengantar Sooyoung ke kamarnya.  Begitu Sooyoung sudah tergeletak diatas sofa, Kyuhyun langsung membungkuk hormat padaku.

“Saya pergi dulu, sunbae. Kurasa semuanya sudah beres,” katanya sopan. Aku mengangguk dan mengantarkannya ke pintu gerbang. Namun tak lupa aku mengucapkan terima kasih karena ia mau mengantarkan Sooyoung. Kalau tidak, aku tidak yakin apa yang akan terjadi pada yeodongsaeng-ku nantinya.

Begitu Kyuhyun pulang, aku langsung berjalan mendekat kearah Sooyoung. Matanya terpejam. Aku menatap wajahnya yang saat ini tepat berada di depan wajahku lekat-lekat. Entah kenapa terkadang aku berfikir, bahwa rasa sayang yang aku miliki untuknya, lebih dari sekedar rasa sayang seorang oppa kepada yeodongsaengnya.

Aku menyingkapkan jembut-jembut rambutnya yang menutupi wajah cantiknya. Terkadang perasaanku berkata bahwa aku ingin ia menganggapku sebagai namja, bukan sebagai oppa-nya.

Aku menghela nafasku dan menggeleng-geleng. Itu tidak mungkin. Apa yang kau pikirkan, Seunghyun-ah. Dia itu adikmu!

Aku langsung mengangkat tubuh Sooyoung dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamarnya, aku langsung melepaskan sepatu miliknya dan juga jas seragamnya.

Setelah selesai, aku langsung memakaikan selimut untuk menutupi tubuhnya dan kembali memandang wajahnya. Apa yang terjadi padamu, Sooyoung-ah?

Entah apa yang aku lakukan, aku mengecup keningnya lembut sambil membelai poninya. Aku kembali menghela nafas dan bangkit berdiri, kemudian bersiap-siap akan menyiapkan air putih untuk Sooyoung jika ia sudah sadar nanti.

***

Siwon POV

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat aku sampai di rumahku. Aku memarkirkan mobilku di garasi rumahku yang terbilang luas, dan langsung berjalan kearah ruang keluarga.

Hampa, itu yang aku rasakan semenjak Sooyoung tinggal dirumahku. Aku menghembuskan nafasku. Perasaan bersalah terus menghantuiku. Entah kenapa aku selalu berpikir bahwa aku betul-betul merasa bersalah setiap kali aku menatap wajah anak perempuanku itu.

Aku kembali berpikir sambil mengusap wajahku perlahan. Sampai kapan aku akan terus membohongi mereka berdua? Seunghyun dan Sooyoung? Aku tidak mungkin berkata pada mereka hal yang sesungguhnya. Kuyakin Seunghyun juga pasti akan sangat membenciku, sama seperti Sooyoung membenciku.

Aku tidak ingin mereka saling jatuh cinta satu sama lain. Tapi mau bagaimana pun, aku tidak mungkin berkata bahwa mereka tidak satu darah.

Aku mengacak-acak rambutku frustasi.

Sebenarnya ada alasan tersendiri, kenapa aku begitu membenci istriku, Jung Jessica. Itu semua ketika aku sudah menyadari kebenarannya. Aku kembali menghela nafas berat dan menyandarkan tubuhku di sandaran sofa, kemudian menatap ke langit-langit. Sampai kapan aku harus membohongi mereka dan menahan dosa itu sendirian?

***

Friday. April 17th, 2012.

Sooyoung POV

Aku merasakan kepalaku merasakan pusing yang luar biasa hebat. Tubuhku serasa berat. Aku membuka mataku perlahan. Kusadari aku sudah ada di kamarku. Aku menggerakkan tanganku untuk memijat pelipisku perlahan. Apa yang terjadi tadi? Apa aku tak sadarkan diri?

Ini aneh. Aku dengan jelas bisa melihat wajah yeoja yang merana tadi. Aku benar-benar bisa melihatnya. Ia menangis. Memancarkan aura kesedihan yang luar biasa. Yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya.

Aku dengan jelas mengingat bahwa aku berjalan mendekat kearahnya. Aku ingin menenangkannya, dan aku ingin ia menceritakan kepadaku apa penyebab kematiannya. Tapi yang ada saat ia menatap mataku dengan mata hitamnya, tiba-tiba aku jatuh tak sadarkan diri.

Aku bangkit dalam posisi duduk. Siapa yang mengantarkanku kesini? Kyuhyun-kah? Aku memijat tengkukku. Benar-benar bodoh. Bahkan aku sendiri yang berkata padanya bahwa aku tidak akan merepotkannya, tetapi justru yang aku lakukan lebih buruk daripada yang aku katakan.

Aku menoleh kearah jam tangan Swarovski yang ada di pergelangan tanganku. Sudah jam tiga pagi. Lebih baik aku mandi dan membersihkan tubuhku, baru aku akan ke dapur untuk membuat sarapan.

Begitu aku selesai membersihkan tubuhku, aku langsung bersiap-siap akan turun ke dapur dan membersihkan tempat tidurku, saat tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Aku menoleh kearah pintu berwarna putih gadingku itu dan melihat Seunghyun oppa berdiri disana.

“Oppa?” tanyaku. Seunghyun oppa tersenyum. “Untunglah kau sudah sadar,” kata Seunghyun oppa sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya dan kembali membereskan tempat tidurku. Kutebak, jam saat ini pasti sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi.

“Kenapa oppa sudah bangun?” tanyaku. “Anniya. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja, karena semalaman Kyuhyun mengantarmu dengan keringat sebesar biji jagung yang membasahi wajahnya.”

Aku mengerutkan dahiku bingung. Kurasa aku memang sudah benar-benar merepotkannya. Aku harus berterimakasih padanya nanti.

Namun tiba-tiba aku teringat sesuatu. Berarti… Kyuhyun sudah tahu bahwa Seunghyun oppa adalah oppaku? Ah, bagaimana ini?

Aku tersenyum dan menatap oppa-ku itu. “Aku baik-baik saja,” jawabku.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba pingsan?” Tanya Seunghyun oppa. Aku menggeleng pelan sambil tetap tersenyum. “Kupikir aku kelelahan, oppa.”

Setelah selesai membereskan tempat tidur berukuran king size milikku, aku langsung bersiap-siap akan berjalan kearah dapur.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiranku. Kurasa aku harus membuatkan makan siang untuk Kyuhyun sebagai permintaan maaf dan terima kasihku. Aku tersenyum sambil mengikat rambutku.

Melihat hal bodoh yang aku lakukan sekarang, tersenyum-senyum sendiri, Seunghyun oppa menatapku bingung. “Apa yang kau lakukan? Tersenyum-senyum sendiri. Kau sedang memikirkan Kyuhyun, ya?”

Aku membelalakan mataku dan mengelak. “Mana mungkin aku memikirkannya. Tersenyum memang adalah kebiasaanku, iya, kan?” Seunghyun oppa tertawa senang. “Baiklah, baiklah. Kurasa yeodongsaengku ini sudah merasakan apa yang namanya jatuh cinta,” godanya. Aku langsung meraih boneka babiku dan melempar oppa tersayangku itu dengan sebal. “OPPA!”

***

Author POV

Bel istirahat di Girin Art High School berbunyi dengan nyaring. Membuat semua siswa siswi berseragam putih-biru-pink yang ada di masing-masing kelas di dalam gedung sekolah yang megah itu langsung bersiap-siap untuk menghabiskan waktu istirahat mereka.

Saat Kyuhyun bersiap-siap akan bangkit berdiri, Sooyoung langsung menahannya. “Jankanman!” panggilnya. Kyuhyun-pun menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Sooyoung bingung. Sooyoung tersenyum, kemudian mengeluarkan sekotak makan siang dan memberikannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kotak makan itu dengan alis bertaut bingung. “Apa ini?” tanyanya sambil menerima kotak yang diberikan oleh Sooyoung ragu. Sooyoung tersenyum. “Sebagai tanda permintaan maaf dan terima kasihku, karena tadi malam kau sudah mau mengantarkanku pulang,” jawabnya sambil tersenyum.

Kyuhyun memincingkan matanya, kemudian mengangguk sambil tersenyum. “Baiklah, terima kasih,” jawab Kyuhyun. Sooyoung mengangguk. Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Kau mau menerima tawaranku tadi malam, kan?” Tanya Sooyoung.

Sambil menghela nafas, Kyuhyun kembali duduk di bangkunya disamping Sooyoung. “Kalau kau memang mau memecahkan misteri itu, aku terima,” jawab Kyuhyun yang membuat Sooyoung tersenyum kemudian mengangguk.

Kyuhyun membuka penutup kotak makan itu, dan matanya terbelalak sejenak melihat isi kotak makan itu. Melihat makanan-makanan yang ada didalamnya, bibir Kyuhyun menyunggingkan senyum yang sudah sering Sooyoung lihat sebelumnya, dan itu membuat Sooyoung semakin merasa senang karena menurutnya Kyuhyun pasti akan sangat menyukai makanan bikinannya.

“Mianhae, aku hanya bisa membuat makanan seperti itu. Jujur aku tidak pernah telaten jika memasak. Karena aku terlalu sering memasak untuk diriku sendiri. Dan itu adalah hasil karyaku sendiri!” kata Sooyoung sambil tersenyum. Kyuhyun menatap mata Sooyoung kemudian tersenyum lagi dan mengangguk.

“Berarti aku adalah orang pertama yang memakan makanan buatanmu?” tanyanya percaya diri sambil tersenyum. Sooyoung tertawa kecil, kemudian menggeleng. “Tentu saja tidak. Orang pertama yang memakan makanan buatanku adalah eomma-ku, karena dialah yang mengajariku memasak. Orang kedua adalah oppa-ku. Dan orang ketiga baru kamu.”

Kyuhyun berdeham, kemudian mengangguk dan menyiapkan sumpitnya. “Baiklah, masih beruntung menjadi orang ketiga,” kata Kyuhyun bergurau.

Tiba-tiba Jieun datang sambil membawa buku-buku tebal yang ada di genggamannya. “Sooyoung-ah, mianhae. Aku kali ini tidak bisa menemanimu ke kantin karena aku harus ke perpustakaan sekarang. Tidak apa-apa, kan?”

Sooyoung mengangguk. “Gwaenchanha. Aku juga bawa bekal sendiri, kok,” jawab Sooyoung. Jieun tersenyum, dan melambaikan tangannya. “Kalau begitu, aku pergi dulu, ya, Soo!” kata Jieun. “Annyeong, Kyuhyun-ah.” Kyuhyun hanya mengangguk menjawab sapaan Jieun.

Sepeninggal Jieun, Sooyoung juga mengeluarkan sekotak makan siang dari dalam tasnya. Ia tersenyum. “Kita makan bersama, ne?”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum, kemudian menyuapkan sepotong telur gulung yang tersedia kedalam mulutnya. Sooyoung mengunyah makanan miliknya dengan perlahan.

“Tadi malam, kenapa tiba-tiba kau jatuh tidak sadarkan diri?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung yang mendengar hal itu, langsung menelan makanannya, barulah ia menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aku melihat yeoja itu lagi, Kyu,” jawab Sooyoung. Kyuhyun yang baru saja menyuapkan sepotong sashimi kedalam mulutnya dan mengunyah makanannya itu langsung menatap Sooyoung penasaran.

“Aku melihatnya sedang menangis di depan jendela,” jawab Sooyoung sambil menerawang ke depan kelas. “Ya, seperti yang kau lihat. Aku berjalan mendekat kearah jendela itu, karena aku ingin bertanya pada yeoja itu secara pribadi. Aku ingin bertanya apa alasan ia meninggal. Siapa yang membunuhnya, dan bagaimana ini semua bisa terjadi.”

“Kalau kau jadi aku, kau pasti berpikir bahwa ‘Aku pasti sudah gila karena berniat mengajak seorang hantu berbicara’. Tapi itulah aku. Bahkan aku berusaha berbicara dengan yeoja itu.”

“Saat aku akan membuka mulutku untuk mengatakan sesuatu, tiba-tiba yeoja yang semula menunduk itu langsung mendongakkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan penuh kesedihan dan air mata. Tapi anehnya, air mata yang mengalir di pipinya itu, adalah darah.”

“Aku terkejut. Aku ingin sadar dari pikiranku saat itu juga dan ingin mengalihkan pandanganku darinya, tapi aku tidak bisa. Aku seakan terhipnotis tidak bisa melakukan apa-apa. Sampai pada akhirnya aku merasakan sebagian dari nyawaku hilang, hingga aku akhirnya jatuh tak sadarkan diri,” jawab Sooyoung panjang lebar.

Mendengar hal itu, tubuh Kyuhyun kaku sejenak. Kemudian Kyuhyun mengangguk-angguk. “Kurasa aku memang harus membantumu. Aku tidak mungkin membiarkanmu dihantui seperti itu terus menerus,” jawab Kyuhyun.

Sooyoung yang semula menerawang menatap kedepan kelas langsung tersenyum dan menatap Kyuhyun sambil tersenyum. “Gomawo.”

***

Jam istirahat kedua. Semuanya kembali menjalankan aktivitas mereka masing-masing. Tak berbeda jauh dengan Kyuhyun. Ia akan pergi menemui sahabatnya Jang Wooyoung yang berada di kelas sebelah.

Sooyoung terduduk di bangkunya dengan posisi tenang. Buku yang diberikan Jieun untuknya masih ada digenggamannya untuk ia baca. Kali ini ia sama sekali tidak ada niatan untuk pergi kemana-mana, karena memang niatnya saat ini adalah untuk mencari petunjuk lain yang mungkin bisa ia temukan dari buku itu.

Saat Sooyoung sedang menyibukkan diri membaca buku yang ada di genggamannya, Jieun tiba-tiba datang dan duduk di bangku Kyuhyun, di sebelahnya. Membuat Sooyoung terpaksa mengalihkan konsentrasinya dari buku itu sejenak, untuk menyapa Jieun.

“Annyeong, Jieun,” sapa Sooyoung. Jieun tersenyum. “Kau begitu berkonsentrasi membaca buku itu,” kata Jieun sambil tersenyum. Sooyoung membalas senyuman Jieun dan mengangguk. “Seperti yang kau bilang, buku ini memang benar-benar sangat menarik.”

Jieun mengangguk-angguk, kemudian melayangkan pandangannya pada tas putih milik Sooyoung yang berada diatas meja. “Sooyoung-ah, bolehkah aku lihat-lihat isi tasmu?” Tanya Jieun penasaran. Sooyoung mengangguk sambil tersenyum, kemudian kembali membaca buku dihadapannya.

Saat Jieun sedang mengotak-atik tas Sooyoung, ada satu hal yang menarik perhatiannya. Jieun mengeluarkan barang itu dari dalam tas Sooyoung. “Sooyoung-ah, apa ini?”

Sooyoung yang terkejut dengan barang yang disentuh Jieun, langsung membelalakkan matanya dan menutup buku yang ada digenggamannya, kemudian menaruhnya diatas meja.  Ia langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil kembali video tape itu. Namun percuma, Jieun sedang membaca tulisan yang ada di video tape itu dengan mata berbinar-binar.

“’I’m Alone’? Apa itu judul lagu, Soo?” Tanya Jieun penuh antusias. Itu semua bisa dilihat dari tatapan matanya yang begitu terlihat senang melihat video tape itu. Sooyoung mengangguk ragu.

“Bolehkah aku meminjamnya? Kurasa aku sangat tertarik pada video tape ini. Maksudku, kalau lagu yang ada di dalam video ini cocok, aku bisa memakainya untuk seleksi nanti bersama Kyuhyun. Iya, kan?”

Sooyoung menggeleng cepat. “Jangan, lagu itu bukan unt—“

“Kumohon, Soo. Aku sangat membutuhkan barang ini untuk jadi inspirasiku tiga minggu nanti. Kau tahu aku sangat membutuhkannya. Jadi ijinkan aku untuk meminjamnya dua hari saja, ne?” pinta Jieun dengan nada memelas. Sooyoung yang memang pada dasarnya sangat tidak tega melihat hal seperti itu, langsung menghentikan aksinya menghentikan Jieun menyentuh video tape itu.

“Baiklah, tapi kumohon, jangan sampai hilang, ya,” kata Sooyoung pada akhirnya. Jieun tersenyum senang dan mengangguk. “Terima kasih, Soo. Aku jamin. Ini tidak akan hilang,” kata Jieun sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Sooyoung mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Jieun, kemudian mengangguk dan tersenyum.

***

Hari ini, jam pulang sekolah dimajukan lebih cepat dari biasanya. Itu semua karena rapat mendadak yang diadakan untuk para guru yang secara tiba-tiba membuat semua murid terpaksa harus pulang lebih awal.

Dan seperti biasa, Kyuhyun dan Sooyoung saat ini sedang berjalan bersama menuju ruang lukis. Namun sebelumnya, mereka berdua melewati pintu misterius yang terbuka dan diberi pembatas garis polisi itu.

Sooyoung menghentikan langkahnya sambil melirik sejenak kedalam pintu itu. Kyuhyun yang menatap Sooyoung bingung, ikut melirik kedalam pintu itu.

“Perlukah kita masuk dan mencari petunjuk lain?” tanya Sooyoung. Kyuhyun yang sedaritadi hanya diam langsung menatap Sooyoung dengan dahi berkerut. “Apa maksudmu? Aku tidak mau ada hal-hal aneh yang terjadi lagi.”

Sooyoung menggeleng dan membalas tatapan Kyuhyun. “Anniya. Kalau memang ada hal-hal aneh yang terjadi, kurasa pasti ada alasannya dibalik hal-hal aneh itu.”

“Kau tidak ingat kematian Yui waktu itu? Itu semua karena ia masuk kedalam ruangan itu, kan?” tanya Kyuhyun seperti berusaha menyadarkan Sooyoung, namun Sooyoung menggeleng. “Memang. Aku tahu itu. Tapi kurasa apa yang Yui lakukan waktu itu, ada dibawah alam bawah sadarnya.”

Kyuhyun yang mendengar perkataan Sooyoung itu semakin bingung. Ia memijat tengkuknya heran. “Maksudmu?”

“Apakah itu mungkin kalau dia dirasuki oleh roh lain? Bahkan saat itu Yui sempat berkata padaku, ‘Selamatkan aku’. Apakah itu ada artinya untuk menyelamatkannya dari roh yang saat itu sedang merasukinya?”

“Apakah itu mungkin kalau roh itu adalah roh yeoja yang selama ini aku lihat itu? Ia merasuki tubuh Yui untuk membimbingnya masuk kedalam ruangan itu, kemudian membunuhnya?” tanya Sooyoung lagi.

Kyuhyun menghela nafas. “Kalau memang apa yang kau duga itu benar, untuk apa ia membunuh Yui? Apakah Yui ada hubungannya dengan kematian dua puluh empat tahun yang lalu yang kau ceritakan untukku itu?”

Sooyoung menolehkan kepalanya menghadap Kyuhyun. “Ayo kita masuk. Barangkali kita bisa menemukan petunjuk lain yang lebih ‘wow’ lagi?”

Kyuhyun mengangguk. Sooyoung langsung berjalan pelan melewati garis polisi berwarna kuning itu, disusul Kyuhyun dibelakangnya.

Saat ini mereka sudah ada tepat ditengah-tengah ruangan berdebu itu, namun rasa takut sama sekali tidak menyelimuti mereka berdua. “Aku pernah kesini sebelumnya. Dan disini juga aku menemukan video tape itu,” kata Sooyoung sambil melayangkan pandangannya mengelilingi ruangan berdebu itu.

Kyuhyun yang penasaran terhadap serpihan-serpihan kaca yang berada diatas lantai ruangan itu, langsung berjongkok dan memungut sebuah sepihan dan potongan kaca yang ada. “Apa ini?”

Sooyoung yang sedaritadi terus berusaha mencari petunjuk lain, langsung menoleh kearah Kyuhyun begitu Kyuhyun mengatakan hal itu. Ia ikut berjongkok dan memungut potongan kaca yang terdapat darah kering di potongan kaca itu.

“Da… darah?” gumam Sooyoung. Mata Kyuhyun terbelalak. “Apa ini ada hubungannya dengan kematian dua puluh empat tahun yang lalu itu?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung yang semula terdiam langsung menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. “Mungkinkah yeoja bernama Tiffany itu dibunuh disini?” tanya Sooyoung. “Apakah dia dibunuh dengan potongan-potongan kaca ini?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung langsung menaruh kembali potongan kaca itu keatas lantai kemudian bangkit berdiri. “Kita harus cari petunjuk lain. Mungkin saja kita bisa menemukan orang lain yang ada kaitannya dengan kematian ini,” kata Sooyoung.

Kyuhyun ikut menaruh kembali potongan kaca itu dan bangkit berdiri. Tiba-tiba pikiran Sooyoung tertuju pada perpustakaan. “Kurasa kita harus mencari buku tahunan SMA tahun 1988 yang lalu. Mungkin saja kita bisa mencari tahu siapa saja yang pernah sekelas dengan yeoja itu?” usul Sooyoung.

Kyuhyun terdiam sejenak, kemudian mengangguk. “Pastinya banyak diantara mereka masih hidup, dan kita bisa mencari tahu?”

***

Sooyoung dan Kyuhyun saat ini sedang sibuk mencari buku yang saat ini sedang mereka butuhkan. Sebuah buku tahunan SMA tahun pelajaran 1988 yang menurut mereka bisa dijadikan petunjuk untuk mencari tahu penyebab kematian yeoja itu.

“Eo! Ketemu!” kata Kyuhyun dengan suara baritonnya. Sooyoung yang sedaritadi sibuk, langsung menghentikan aktivitasnya dan berjalan mendekat kearah Kyuhyun yang saat ini sedang membawa buku setebal kamus di tangannya, yang dengan segera ia taruh diatas meja baca.

Sooyoung mengambil alih buku itu, sedangkan Kyuhyun langsung duduk disampingnya. Sooyoung membuka satu-persatu halaman buku tebal yang sudah lumayan kusam itu dengan hati-hati.

Tapi tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang yeoja berambut pendek berwarna coklat yang sedang tersenyum menghadap kamera. Sooyoung merasa tidak asing lagi dengan yeoja itu, hingga matanya saat ini menatap kearah nama yeoja itu.

“Eomma…” gumam Sooyoung. Yeoja itu adalah eomma kandungnya, yang saat ini sudah meninggal. Kini Sooyoung baru menyadari bahwa eomma-nya pernah bersekolah disini. “Dia eomma-mu?”

Sooyoung menatap Kyuhyun dan mengangguk. “Aku baru tahu kalau dia pernah bersekolah disini,” kata Sooyoung sambil mengelus foto eomma kandungnya itu dengan ibu jarinya. “Dia mirip denganmu,” kata Kyuhyun.

Tanpa Sooyoung sadari, air matanya menetes. Mengingat eomma-nya membuat air matanya terjatuh lagi. Tidak perlu ditanyakan, ia sangat menyayangi eomma-nya itu.

“Ka… kau menangis?” tanya Kyuhyun. Sooyoung yang sedaritadi terdiam, langsung membasuh airmatanya cepat dengan jari-jarinya. “Anniya,” jawabnya sambil tersenyum. Kyuhyun menghela nafas.

Sooyoung teringat lagi dengan tujuannya membuka buku tahunan ini. Ia kembali membuka satu demi satu halaman yang ada dibuku itu dengan perlahan, namun tiba-tiba, lagi-lagi pandangannya tertuju pada satu foto seorang namja bermata tajam yang sedang tersenyum menghadap kamera dengan posisi yang sama, sama seperti yeoja yang adalah eomma kandung Sooyoung itu.

“Eo! Dia mirip dengan Seunghyun sunbae,” kata Kyuhyun yang membuat Sooyoung langsung duduk dalam posisi tegap. “Kyu…” sapa Sooyoung yang membuat Kyuhyun langsung menoleh kearahnya.

“Kau bisa menjaga rahasia, kan?” tanya Sooyoung. Kyuhyun menghela nafas dan menatap mata Sooyoung dalam. “Yea, aku sudah tahu bahwa Seunghyun sunbae adalah oppa-mu. Dan terkadang aku berpikir. Kenapa kau berniat menyembunyikannya dari kami semua?”

Sooyoung menunduk. Dia tidak mengerti apa jawaban yang harus dilontarkannya. Ia terus menerus menunduk, karena ia juga bingung dengan tujuannya menyembunyikan hubungannya dengan Seunghyun.

“Baiklah,” kata Sooyoung pada akhirnya. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap kedepan. “Aku tidak ingin Seunghyun oppa dibenci oleh teman-temannya.”

Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung, kemudian memiringkan kepalanya. “Kutahu kau pasti bingung dengan jawabanku. Tapi… seperti yang kamu tahu, aku selalu dibully oleh teman-teman. Mereka menganggap bahwa aku adalah pembunuh Yui, pemakai mantra, dan lain-lain.”

“Dan aku juga tahu kau pasti sempat ragu dengan asal-usulku yang tidak jelas itu. Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak pernah memakai mantra apapun, ataupun aku adalah pembunuh Yui.”

Kyuhyun mengangguk. “Aku percaya padamu.”

Sooyoung tersenyum masam. “Mulai saat itu aku berpikir. Kalau aku berkata pada mereka bahwa Seunghyun oppa adalah oppa-ku, maka Seunghyun oppa juga pasti akan dibully oleh murid-murid yang lain. Seunghyun oppa pasti akan diolok-olok sebagai ‘oppa seorang pembunuh’. Maka dari itu aku tidak mau mengakuinya sebagai oppaku.”

Kyuhyun mengangguk-angguk. Kini ia sadari bahwa Sooyoung bukanlah seseorang yang memiliki ego yang tinggi. Ia juga menyadari bahwa Sooyoung adalah tipe orang yang rela berkorban bagi orang-orang yang disayanginya.

Hanya satu yang tidak ia tahu, keadaan keluarganya saat ini.

“Dan ya, seperti yang pernah ku katakan padamu. Choi Siwon, pelukis terkenal itu adalah appa-ku. Apa terjahat yang ada di dunia ini,” lanjut Sooyoung. Kyuhyun berdeham. Sebenarnya ia sama sekali tidak ingin mengetahui asal-usul Sooyoung sejauh itu.

Sooyoung sadar apa yang baru saja dilakukannya. Ia ikut berdeham, kemudian kembali membolak-balik halaman buku itu. Hingga pandangannya tertuju pada foto seorang yeoja yang selama ini terus menghantui dirinya, sedang tersenyum menghadap kamera bersama seorang namja yang sangat Sooyoung kenal disampingnya, Choi Siwon.

Mata Sooyoung semakin terbelalak saat dilihatnya eommanya juga berada disana, tersenyum penuh arti, berdiri disamping Choi Siwon yang sedang tersenyum senang menghadap kamera.

Di foto itu juga terdapat dua orang yeoja yang juga tersenyum, berdiri tepat di sebalah yeoja muda berambut pendek sebahu berwarna coklat yang adalah Jung Jessica, eomma kandung Sooyoung.

Sooyoung menutup mulutnya. Ia sama sekali tidak mempercayai semuanya.

Mulai dari eomma-nya yang pernah bersekolah disini. Eomma dan appa-nya yang adalah teman dari sang hantu itu. Sooyoung menggeleng-geleng tidak percaya.

Kyuhyun yang ikut terkejut juga membelalakkan matanya. “Itu… bukankah itu eommamu, appamu, dan… yeoja itu?”

Sooyoung terdiam. Ia masih tidak bisa mempercayai semuanya. “Baiklah. Kurasa appa-mu bisa kita jadikan objek pertanyaan, Soo. Kita bisa mempertanyakan semuanya pada appa-mu. Kurasa ia bisa membantu.”

“Tidak mungkin,” jawab Sooyoung yang membuat Kyuhyun langsung menatap kearahnya. “Aku tidak mungkin melakukannya. Aku dan appa menjalin hubungan yang sangat buruk.”

“Kau percaya takdir, Soo?” tanya Kyuhyun yang membuat Sooyoung langsung menoleh kearahnya bingung. “Kita bisa mencari info tentang kedua yeoja itu, dan menanyakannya langsung. Kukira cara ini akan lebih mudah daripada kau berbicara langsung dengan appa-mu.”

Sooyoung menerawang kedepan. Benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Haruskah ia mencari informasi tentang dua orang yeoja cantik ini?

Tanpa berpikir panjang, Sooyoung langsung membolak-balik halaman buku tahunan itu, mencari informasi tentang dua yeoja yang saat ini ia butuhkan. Ia sangat membutuhkan informasi tentang keberadaan dua orang yeoja itu, sampai pada akhirnya Sooyoung-pun menemukannya, tak jauh dari halaman foto yang tadi ia temukan itu.

“Song Victoria?” gumam Sooyoung sambil mendongakkan kepalanya. Kyuhyun mengeluarkan secarik kertas dari dalam kantongnya, dan memberikannya kepada Sooyoung. “Catat alamatnya. Kurasa akan lebih baik kalau kita mengunjunginya. Barangkali ia masih tinggal disana. Kalaupun tidak, kita bisa menanyakan warga sekitar dimana yeoja itu saat ini tinggal.”

Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun yang menatapnya, kemudian tersenyum. “Kamsahamnida.”

***

Lee Jieun memasuki kamarnya dengan hati berbunga. Mengingat kebaikan Sooyoung yang ia terima hari ini, meminjamkan video tapenya untuk ia pelajari. Jieun tersenyum senang sambil duduk di tempat duduk king size miliknya yang ada di tengah-tengah ruangan.

Ia membuka tas berwarna merah miliknya, merogohnya sejenak, kemudian mengeluarkan sebuah video tape yang tadi diberikan Sooyoung untuknya. Ia tersenyum sejenak sambil memiringkan kepalanya menatap video tape itu, kemudian bangkit berdiri untuk menyetel video tape itu dengan video player miliknya.

Ketika Jieun sudah memasukkan video tape itu, ia segera duduk di tempat tidurnya kemudian menatap kearah layar televisi. Namun setelah beberapa lama menunggu, bukannya sebuah video yang muncul, tapi hanyalah layar putih berloreng-loreng layaknya video rusak. Jieun yang menatap layar televisi dihadapannya langsung memasang wajah cemberut.

“Ei… apa-apaan ini. Apa Sooyoung membohongiku?” tanya Jieun tidak terima dengan video yang terputar di layar televisi flatnya. Saat Jieun akan bangkit berdiri, tiba-tiba di video itu, ditunjukkan sebuah ruangan aneh yang bahkan Jieun sama sekali tidak mengetahui ruangan apa itu. Berdebu, gelap, dan… terdapat serpihan-serpihan dan potongan kaca terdapat di ruangan yang ada di video itu.

Jieun mengerutkan dahinya bingung. Ia merasa tidak terima dengan apa yang Sooyoung lakukan. Memberikan sebuah video aneh yang bahkan tidak ada isinya sama sekali.

Namun tiba-tiba Jieun dikejutkan dengan sesosok yeoja berpakaian seragam yang berdiri di tengah-tengah ruangan yang ada di video itu. Berwajah rusak, dan berjalan terseok-seok mendekati kamera.

Mata Jieun terbelalak. Ia benar-benar terkejut. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa Sooyoung akan meminjamkannya video seperti ini.

Tiba-tiba, saat Jieun masih terperangah kaget melihat video itu, ia merasakan rambutnya dijambak dan ditarik dengan keras oleh seseorang. Jieun yang terkejut langsung menoleh ke belakang, dan dilihatnya yeoja yang tadi ada di dalam video, kini berada di hadapannya.

“AAAAAAAAARRGGHH!!”

***

Sepi. Itu adalah satu kata yang patut menggambarkan bagaimana rumah seorang pelukis terkenal, Choi Siwon, saat ini. Meskipun banyak pelayan dan pembantu yang berkeliaran di dalam rumah mewah dan besar itu, tapi Im Yoona sama sekali tidak merasakan ketentraman disana.

Ia terduduk di tempat tidur kamar berukuran king size-nya itu sambil menerawang kedepan. Masih terpikirkan olehnya kata-kata Siwon tadi malam, tak lama sebelum mereka menjelang tidur.

Yoona menghela nafas, kemudian menunduk. Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau keluarga ini memiliki banyak sekali masalah-masalah yang mungkin saja akan sulit dihadapi.

Semalam, Siwon menunjukkannya sebuah sertifikat pengangkatan anak. Dan itu lumayan membuat Yoona terkejut. Saat ini, sertifikat itu sudah ada ditangannya, dan Yoona masih menatap sertifikat itu dengan alis bertaut.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membantu Siwon menyelesaikan masalahnya?” gumamnya. Ia kembali menghela nafas, dan menaruh sertifikat itu di laci nakas yang berada tak jauh darinya, kemudian bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya.

***

Kyuhyun melangkah pelan mendekati pintu gerbang rumahnya. Setelah ia membuka pintu rumahnya itu, ia langsung melepas sepatu sekolahnya dan menaruhnya di laci terdekat. Ketika ia mendongakkan kepalanya dan akan berjalan kearah kamarnya, ia lumayan terkejut dengan kehadiran seseorang yang sudah lama tak pernah ditemuinya.

Eomma…” gumam Kyuhyun tidak percaya dengan pandangannya sendiri. Seorang wanita lumayan tinggi, berambut panjang sepinggang, yang saat ini tersenyum kearahnya. “Untuk apa eomma disini?” tanya Kyuhyun.

Wanita yang adalah ibu kandung Kyuhyun itu hanya tersenyum. “Apakah aku tidak boleh datang untuk menemui anak kandungku sendiri?” tanya wanita itu. Kyuhyun menghela nafas, “Setelah meninggalkanku pergi untuk kariermu sendiri di Paris?”

Mendengar perkataan Kyuhyun, wanita berumur 40 tahun yang terlihat masih sangat muda itu langsung terlihat murung. “Maafkan eomma, Kyuhyun-ah. Eomma sama sekali tidak berniat untuk melakukannya. Kau tahu bahwa pekerjaan eomma disana sebagai designer sama sekali tidak bisa ditinggalkan.”

Kyuhyun tersenyum masam. “Terima kasih karena sudah mau menjengukku, eomma. Tapi aku tahu tujuan eomma datang kesini bukan untukku sepenuhnya, tapi untuk menghadiri makam sahabat lamamu yang meninggal itu, kan?”

“Kyuhyun-ah, eomma mohon jangan seperti ini. Seperti yang kau bilang, eomma memang kesini karena eomma ingin menjengukmu, anak kandungku,” jawab wanita itu. Kyuhyun mengangguk. “Baiklah, terima kasih karena mau menjengukku, eomma.”

***

Lelah, pusing, dan penat saat ini menggerayangi tubuh Sooyoung. Nyaris seluruh anggota tubuhnya merasa sangat lelah. Ia ingin cepat sampai ke kamarnya dan langsung menidurkan diri di tempat tidurnya.

Ia berlari kecil kearah kamarnya. Sesampainya ia di kamar bernuansa hitam putih miliknya itu, ia langsung menutup pintu kamarnya, kemudian langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur terbuat dari bulu angsa miliknya itu.

Ia menghela nafas. Benar-benar hari yang melelahkan, pikirnya. Ia segera menutup matanya, ingin mengistirahatkan indra penglihatannya sejenak. Namun tak lama kemudian, ia merasakan perutnya seperti berteriak-teriak tak karuan. Ya, ia lapar.

Sooyoung segera bangkit berdiri dari tidurnya dan meringis kecil karena perutnya itu terus berbunyi. Sooyoung memilih untuk turun ke dapur, dan mengambil sedikit cemilan untuk ia makan, saat ia bertemu dengan Yoona yang sedang berdiri tepat dibawah tangga.

Berpura-pura tidak mengetahui bahwa ada Yoona disana, Sooyoung terus berjalan kearah dapur saat Yoona memanggilnya. “Sooyoung-ah.”

Sooyoung menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Yoona. Ia memasang wajah tidak begitu tertarik dengan kehadiran Yoona disana. “Kau baru pulang?”

Sambil tertawa sinis, Sooyoung melipat kedua tangannya di depan dada. “Hm. Apa pedulimu? Sejauh ini kau tidak akan pernah mempedulikanku, iya, kan?”

Yoona menghela nafas. Ia berusaha bersabar menghadapi Sooyoung, karena selama ini ia tahu, bahwa Sooyoung pasti akan sangat merasa tertekan karena eomma kandungnya sudah meninggal. Ia sempat merasa menyesal setelah membentak Sooyoung waktu itu, tapi kali ini ia sungguh-sungguh berusaha menahan emosinya.

“Aku hanya ingin menanyakan keadaanmu, apakah itu dilarang?” tanya Yoona. Sooyoung tersenyum tipis. “Tapi aku tidak membutuhkan kepedulianmu. Lebih baik kau masuk kamarmu, karena aku sedang tidak ingin melihat wajahmu.”

“Seharusnya kau bersyukur, aku masih menaruh peduli padamu,” sahut Yoona sambil melipat kedua tangannya di depan dada. “Ya, seperti yang pernah kukatakan padamu, kau tidak ada hak untuk mempedulikanku,” lanjut Sooyoung tak kalah dinginnya.

Yoona menelan ludah. Ia sudah kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan Sooyoung kali ini. “Bisakah kau sekali saja berbicara sopan terhadap orang yang lebih tua darimu?” tanya Yoona. Sooyoung tersenyum kecil. “Bisa, sayangnya kau tidak termasuk dalam daftar itu.”

Sooyoung memutar badannya, dan berjalan pergi. Sepeninggal Sooyoung, Yoona menghela nafas. “Beruntung kau adalah anak kandung Siwon, Choi Sooyoung.”

TBC

***

[P.S]
Bagaimana semuanya?
Sangat mengecewakan, ya?
Mian, aku juga manusia yang punya banyak salah.
Kritik dan saran kalian akan sangat aku butuhkan.
Pendapat kalian juga aku butuhkan.
Ingat soal peringatanku diatas, ya^^
Thankyou ~

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized by mistletoe04. Bookmark the permalink.

About mistletoe04

Ordinary Christian little girl who really shippered our "Evil Couple." "When there's a will, there's a way," is my motto. Choi Sooyoung, alive! Cho Kyuhyun, alive! KyuYoung Kingdom, alive! Knights, fighting!

40 thoughts on “The Last Tear [Part 4]

  1. egh, jieun d dtangi fanny jg y
    ksihan jieun
    knp mslah soo gtu sulitnya sih
    smg cpt berakhir pnderitaan soo

    next part d tnggu
    oh y username lamaku soo_spark, udh aku ganti jadi farida_salma, hhe

  2. Anyeoong~ waah makin seru aja bnyak teka teki yg harus d pecah kan. O, ia aku juga reader d KSI tp aku komen nya di sini ja ya eonn. Lanjuutt eonn FIGHTING..!!!

  3. wah..
    bener2 banyak misterinya,
    makin deg2an aj bacanya

    seunghyun oppa g sedarah ama soo eonn?
    berarti seunghyun oppa dong anak angkatnya

    loh?kok isi videonya jadi gitu?
    semoga aj Iu gk apa2

    eh,mianhae y thor,kalo kepanjangan,kk~

  4. waaaa makin seruu, kyakya
    gimana nasib Jieun nih? jangan mati dong,
    hmm masalahnya rumit, tapi keren banget,

    yaah jangan di berhentiin (?) dong fanficnya,, soalnya seru banget,,
    ditunggu yaa, part 5 nya

    Fighting ^^

  5. Part nya bagus,tapi pendek dan moment kyuyoung nya nggak terlalu romantis. Tapi tetap keren kok. Di tunggu ya next part nya.fighting!!

  6. waduh jieun knapa tu, mudah2an baik2 aja
    wah kyuyoung momen nya banyak. . .
    Yg anak angkatnya seunghyun kah?

  7. waaa ffnya keren eonie
    itu ji eunya gak meninggalkan?
    jadi soo eonie ma top oppa bukan saudara kandung??
    penasaran ma lanjutanya..
    chingu aku juga udah baca ffmu di blog KSI
    tapi aku comentya disini aja ya ^^

  8. Aaa!!!!!!!! Kasian IU… 😦
    Serem bgt eonn-_- ga kuat bacanya..
    Tpi kuran dapet feelnya..
    Eonn….. Ayo lanjut…… Jgn berhenti tengah jalan…. Mending dari pada ga dilanjutin, pake PW aja part 5 nya..
    Ayo lanjut! Hwaiting! (ง•̀⌣•́)ง

  9. Huuaaa,,makin penasaran ma ceritanya thor..
    Itu eommanya kyu siapa??
    Ceritanya keren thor.. 😀
    Lanjut ya..

  10. wahh, itu siapa yg jd eommanya kyu? makin seru nih ceritanya, makin penasaran! ya thor jgn gtu dong, trus lanjutin critanya hehe. oke di tnggu next partnya 🙂

  11. Tidak mengecewakan kok, chingu. Ini nih yg aku tunggu…, konflik keluarga Choi. Gak aku duga sebelumnya, Seung Hyun bukan oppa kandung Sooyoung. Siapa ya Eomma Kyu Hyun?! Segini mah gak kependekan, chingu. Pas. Buat para readers, bantu ya… jgn sampai ini ff gak dilanjutin terus jadi ngegantung -__-‘

  12. menurutku ga terlalu mengecewakan kok…
    eomma kyu itu victoria? atau kahi?
    kalau seunghyun oppa bkn oppa kandung soo.. berarti ada kemungkinan ada cinta segi (?)

    lanjut ya~
    aku tunggu part selanjutnya 😉

  13. Eomma nya kyuhyun itu siapa ?? Siapa ?? Siapa ?? *lanjutin smpe sore ya thor * #plakkk.. Waa.. Part 4 ternyata dipublish di Knights Fanfic.. Seneng banggeettt part 4 nya udh di publish, oiya thor, part2 sebelumnya akuu udh komen lho.. Tapi di KYSI 😀 hehe akuu sukkkaaaa bannnggeeettt sama FF author yg ini.. Lanjut ya author !! Fighting!! 😀 ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

  14. Eomma nya kyuhyun itu siapa?siapa?
    Terus nasib nya jieun gimanaaaaa?
    Aigo, penasaran
    Ditunggu kelanjutannya

  15. Uwaaaaa kaasin Jieun eonninya 😦
    Dan apa itu, Seunghyun oppa bukan anak kandung Siwon oppa berarti? :O
    Ciyee ciyee Kyuyoung, mulai suka2an tuh..
    Bakal cinta bersegi gak yaa?
    Makin penasaran, Thor!
    Lanjut yaa 🙂
    Jgn putus asa gara2 SIDERS yg jahat itu.. Hwaiting!

  16. wah seunghyun bukan saudara kandung syoung
    semoga aja jieun nggk papa biar nanti dia nggk negatif thinking sm syoo
    dan semoga buat next part kyuyoungnya lebih banyak hehehe
    ditunggu next partnya
    oh ya semoga lulus dengan nilai yg memuaskan ya, dan dapat sma yg diinginkan

  17. saeng.. ini keren bgt u,u
    ffmu yg kali ini sulit ditebak. penuh teka-teki. huwaa.. saeng,apa eomma kyu tmennya eomma sooyoung? terus knapa jieun juga kena celaka? ah.. wae saeng?
    ditunggu kelanjutannya

  18. Annyeong annyeong

    prsaan ini knightfanfics, kq nymbungx KYSI?? wkwkw xD
    q ska kyuyoung momentx, g trlalu romantis. jujur aja klo romantis2an q ‘geli’

    Emm q g enak bilang, eh slh NULIS hal ini hehehe. Q tw author bkn orng dewasa yg bs ngontrol emosi. author remaja yg msh labil *kyk q*. klo author gmw ngelanjutin FF ini krna siders, lalu gmna nasib mrka yg udh komen n pnsrn 3/4 mampus?? q hrp author bs mikirin ulang

    sekian gomawo

  19. jaringan bikin aku galau,,
    baru hri ini bisa internetan..
    tapi alhamdulillah msih bisa bca ff eonnie

    jieun kenapaa ??
    jadi soo sma seunghyun gk sodara ?
    trus, eomma kyu itu kahi yah ?? soalx rambut panjang sepinggang..
    aduuh semuax berhubungan.. jgn” jieun anakx victo .. aigooo

    lanjut terus yaah eonnie..
    DAEBAAK !!!

  20. Semakin seru XD semakin kesini makin banyak rahasia yg terkuak(?) hehehee… Ditunggu part 5nya chingu 😀

  21. Annyeong
    Ak reader baru,
    Mianhae y,baru komen d part ini
    Ff-nya keren eonn,
    Bikin serem(y iyalah,namanya ff horor)

  22. Wooou. . . . . . Ff ini pnuh dgn misteri! Daebak! Ksian ugha yah si sooyoung sllu d hantui ama tiffany. Trz oppax sooyoung itu sbnrnya ank spa??

  23. Annyeong^^

    Aku dari prolog ff ini udh tau sihh cuman gak tertarik bacanya karena takut -_- Akhirnya aku baca aja. Mian bru komen di part 4 u,u jeongmal mianhamnida T^T Tapi saya akan usaha selalu komen dipart2 berikutnya^^

    waduh ini merinding bacanya ._. apalagi aku dikamar sendirian yg lain pada tidur huaduhh T^T

    Next ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s